/ 408 Views
by

FOMAKS (Forum Masyarakat Korban Sutet) tolak penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN

FOMAKS (Forum Masyarakat Korban Sutet) tolak penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN.

Briserlink.com|Jepara, Senin (21/09/2017) Pukul 07.30 Wib sampai dengan Selesai, Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Maskas Cabang Kabupaten Jepara melakukan pendampingan warga Desa Kancilan dan Desa Kaliaman terkait dengan penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN.

Karena pada hari senin, tanggal. 21 s/d tanggal 27 Agustus 2017 akan dilakukan penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN yang dilaksanakan secara Paksa karena warga Desa Kancilan dan Desa Kaliaman merasa belum mendapatkan hak – haknya.

FOMAKS (Forum Masyarakat Korban Sutet) Wilayah Desa Kancilan dan Desa Kaliaman yang di dampingi oleh Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Maskas Cabang Kabupaten Jepara.

Sebanyak 50 Anggota Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang Kabupaten Jepara telah melakukan Pengawasan Lapangan dan Melakukan Pendampingan untuk warga Desa Kancilan dan Desa Kaliaman yang menjadi Korban SUTET khususnya terkait dengan penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN.

Bahkan pihak PLN tidak peduli walaupun “FOMAKS” keberatan dan berusaha menolaknya, namun pada hari senin, tanggal 21 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2014, dan Pengerjaan Penarikan paksa Kabel SUTT oleh pihak PLN tetap dilaksanakan, bahkan Pengerjaan Penarikan Kabel SUTT oleh pihak PLN tersebut, dikawal penuh oleh ratusan aparat gabungan dari unsur Kepolisian dan TNI serta Satpol PP yang dijadwalkan selama 1 (Satu) Minggu atau sampai pekerjaan selesai.

Dimanakah letak keadilan untuk masyarakat dan Tak ada lagi pintu mediasi serta tak ada lagi ruang musyawarah padahal lokasi Pengerjaan Penarikan Kabel SUTT oleh pihak PLN belum diukur dan masih kabur serta banyak kesalahan, bahkan masih banyak warga pemilik tanah di lokasi SUTET tidak mendapatkan surat pemberitahuan berbentuk apapun atau berupa putusan pengadilan.

Jika, Hak rakyat terabaikan demi sebuah alasan pembangunan, Maka Masyarakat Korban SUTET kini Menjerit Pilu Berharap Keadilan, namun sementara hanya bisa jadi penonton di tanah sendiri dan menangis terpinggirkan terhimpit ketidak adilan serta dipaksa menunggu dampak yang pasti akan timbul untuk dinikmati di kemudian hari, sehingga jalan sementara yang ada didepan mata hanyalah menggelar do’a dan renungan Malam dengan memendam harapan keadilan akan jatuh dari langit.

*BL-tim/red*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed