Tuesday, 19-03-2019 03:33:33 pm
HomeB' FileKeanehaan Merebus Pembalut Wanita Untuk Mabuk, Diungkap Dalam Sarasehan Hari Pahlawan di Jepara

Keanehaan Merebus Pembalut Wanita Untuk Mabuk, Diungkap Dalam Sarasehan Hari Pahlawan di Jepara

(83 Views) November 17, 2018 3:47 pm | Published by | No comment

DPC AAI (Asosiasi Advokad Indonesia) Jepara bersama dengan Koalisi Masyarakat Cinta Tanah Air (Komacita) Jepara, gelorakan “Semangat Pahlawan” dengan menggelar acara Doa Bersama dan Sarasehan serta Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Jepara untuk memperingati Hari Pahlawan ke 73 tahun 2018 di Kabupaten Jepara. (Jum’at, 09/10/2018)

Suatu Kemajuan atau Kemunduran, Dan Sebagai Tanda Apakah Fenomena “Merebus Pembalut Wanita Untuk Mabuk”, Diungkap Dalam Sarasehan Hari Pahlawan di Jepara.

Diawal Acara sarasehan dan diskusi, dimulai tepat pukul 13.30 wib, di mana panitia atau seluruh peserta melakukan Do’a bersama dan Tahlil bersama untuk menghormati jasa – jasa Para Pahlawan yang telah gugur sebagai bunga bangsa,
Acara berlangsung di Ruang Pertemuan Syailendra Hotel dan Acara diakhiri pada pukul 16.30 dengan prosesi Tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, agar kita dapat menumbuhkan jiwa kepahlawanan yang terus bergelora dalam hati kita,

Ketua DPC AAI Jepara, H. Heni Purwadi, SH mengatakan, “Kita harus selalu menggelorakan semangat Kepahlawanan dalam hati kita dengan selalu mencintai negara ini. Tidak peduli apapun golongan atau organisasi kita ”. Itu menjadi titik yang jelas dalam diskusi tersebut.

Tanda – tanda adanya degradasi moral mulai merambah mental generasi muda kita, tak terkecuali dengan Jepara harus berhati – hati, yaitu fenomena merebus “pembalut wanita” untuk mabuk, adalah cukup memperihatinkan dan harus menjadi perhatian yang signifikan. Dimana hal tersebut sangat merisaukan bagi masa depan generasi muda kita.

Pada acara ini, dari pihak panitia atau semua yang hadir sepakat bahwasannya jiwa dan semangat kepahlawanan adalah “Berbuat Tanpa Pamprih” perlu terus ditumbuhkan dan ditingkatkan dalam kehidupan kita. Maka tindakan yang negatif akan bisa diminimalisir dan untuk jangka panjangnya akan mampu ditinggalkan.
Masyarakat jangan hanya diam tetapi harus berani bicara, demi kemajuan bangsa, dan selalu menumbuhkan semangat membangun dan semangat kepahlawanan, agar tidak sia-sia para pahlawan yang telah gugur berkorban jiwa dan raga demi Indonesia raya.

Pihak yang hadir di acara ini adalah Beberapa Tokoh masyarakat, Tokoh profesional / Pemuda, Seniman, Ormas, IARMI, LMPI, Formades (Forum Masyarakat Desa), dan lain-lain.

Selanjutnya H.Heni Purwadi, SH. Alias ​​Sultan Hannan berpesan agar : “Kita sebagai generasi Penerus cita-cita Pahlawan harus selalu menjaga dan menyatukan diri kita dengan hal-hal yang positif, kita harus mampu menginspirasi, karena” Hidup adalah perjalanan akhirat dan perjalanan menuju Kiamat “, Kelompok -kelompok atau organisasi bisa bubar tapi persahabatan tetap harus terus jalan, tegasnya.

Dalam sarasehan banyak hal disoroti oleh para peserta dan pembicara. Abdi Munif salah satu seniman jepara, setelah membaca puisi penggugah mental kepahlawanan dengan “nggegirisi” Menyampaikan, untuk memperbaiki mental salah satunya adalah melalui seni budaya. “Kalau ada pekerja seni yang rusak mentalnya itu karena mereka tergolong aliran sesat” katanya, Dari sisi ekonomi, mantan Bankir ini juga melihat kemerosotan meubel. Sebagai potensi lokal yang bisa dilakukan untuk membantu peran meubel alternatifnya adalah pariwisata. Pernyataan ini didukung oleh Mulyono pemilik DM Tour.
Menurut Mulyono dengan majunya pariwisata maka potensi yang lain akan terangkat.Demikian juga pemda mestinya lebih cerdas memenej agar larisnya wisata di Jepara, tidak salah satu konsep sehingga yang luar daerah justru yang menikmati hasilnya.

Hal lain juga banyak disoroti oleh para peserta, misalnya : lalu – lintas yang ruwet, dan juga proyek yang tidak berguna dan tidak tepat, menjadi “mangkrak” dan sia-sia.
Hasil dari sarasehan ini rencananya akan diteruskan pada para stake holder yang berkepentingan agar berguna demi kemajuan jepara.

(TIM_TH / Jpr (+))

Published by
Categorised in:

No comment for Keanehaan Merebus Pembalut Wanita Untuk Mabuk, Diungkap Dalam Sarasehan Hari Pahlawan di Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *